THERMAL OIL HEATER ASPAL MIXING

THERMAL-OIL-HEATER-3

THERMAL OIL HEATER ASPAL MIXING

Thermal Oil Heater

thermal oil heater adalah mesin pemanas dengan mempergunakan Thermal oil fluid atau oli sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja bekerja sampai temperature 300ᵒC atau lebih yaitu dengan jalan memanaskan oli yang berada didalamnya dengan gas-gas pemanas dari hasil pembakaran bahan bakar . Dari pengertian tersebut berarti kita dapat menyimpulkan bahwa thermal oil heater berfungsi sebagai mesin pemanas oli yang bertemperatur tinggi yang dapat digunakan untuk proses / kebutuhan selanjutnya.

Thermal
Oil Heater, oil sebagai media penerima panas ditempatkan di dalam pipa- pipa spiral yang ditempatkan di dalam tungku pemanas yang dirancang sedemikian rupa, kemudian dipanaskan dengan api yang bersumber dari burner(pemanas) berbahanbakar tertentu. Untuk thermal oil heater berkapasitas kecil cukup menggunakan energi
listrik(electrical heater) sebagai pemanas, namun untuk skala besar penggunaan energi

listrik tidak lagi efisiensi.

Oleh karena itu lebih efektif menggunakan gas,solar atau bahan bakar padat (batu bara atau biomassa) Thermal oil heater dibuat untuk menghasilkan panas dengan jalan memanaskan oli di dalamnya dengan gas panas hasil pembakaran memanaskan aliran oli dicoil dengan panas radiasi. Oleh karena itu panas dari bahan bakar tersebut harus banyak diserap oleh coil guna menghasilkan panas yang maksimal. Untuk mencapai
hal tersebut maka konstruksi dari susunan pipa-pipa atau coil yang memisahkan antara oli dengan gas panas yang memanaskan oli tersebut harus diatur sedemikian rupa. Ketika mesin pemanas ini beroperasi dengan cara otomatis sering terjadi beberapa gangguan-gangguan diantaranya menurunnya temperatur pembakaran.

Hal ini sering disebabkan karena kurangnya perawatan pada bagian-bagian dari pada thermal oil heater tersebut. Untuk mengetahui gangguan-gangguan tersebut maka kita perlu melakukan pengecekan pada bagian-bagian thermal oil heater tersebut, sebelum kita memastikan bagian mana yang akan kita lakukan perbaikan.Agar thermal oil heater dapat beroperasi dengan lancar dan tidak mengalami kendala pada saat digunakan maka kita perlu seorang supervisor atau operator yang memahami bagaimana cara mengoperasikan dan merawat thermal oil heater. Karena didalam mesin pemanas ini terdapat komponen-komponen yang sangat banyak,maka agar lebih mudah perlu adanya pemahaman dan teori mengenai thermal oil heater

thermal oil heater harus kuat
supaya dapat bekerja selama dibawah tekanan tertentu yang harus dilengkapi dengan pesawat-pesawat atau alat-alat sehingga memungkinkan dapat bekerja dengan aman Sebuah mesin pemanas harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :
a. Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
b. Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
c. Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
d. Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
e. Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
f. Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
g. Jumlah panas yang hilang karena radiasi harus sekecil-kecilnya.
h. Dilengkapi peralatan pengaman atau safety device yang memenuhi standar dari dinas pengawasan keselamatan kerja Departemen Tenaga Kerja

Thermal oil heater adalah suatu pesawat bantu yang berfungsi untuk
memanaskan oli yang bertekanan dan bertemperatur tinggi. Proses pemanasan oli menjadi oli yang bertekanan dan bertemperatur tinggi terjadi dengan memanaskan bahan bakar yang berada di dalam thermal oil heater dengan memanfaatkan gas panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar. Oli panas yang di hasilkan thermal oil heater adalah oli panas dengan tekanan dan tempratur yang tinggi digunakan untuk keperluan-keperluan antara lain Proses destilasi Terpentine menjadi Alphapinene, dehidrasi toluwen dan terpinhydratmenjadi crude terpeniol.merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap Terpentine. Hasil destilasinya sendiri menjadi Alphapinene. Preassure thermal oil heater yang dibutuhkan guna destilasi adalah bar –5bar.

Coil Heater
Pengertian heater secara umum adalah sebuah pesawat atau permesinan bantu di atas kapal yang berfungsi sebagai pemanas air tawar mesin penggerak utama (M/E), jika suhunya terlalu rendah. Mesin heater di kapal memiliki fungsi untuk memanaskan bahan bakar MFO prinsipnya sama seperti boiler memiliki tekanan tetapi memiliki hasil yangberbeda, yakni boiler menghasilkan steam, sedangkan thermal oil heatermenghasilkan oli bertekanan. Dalam industri heater digunakan untuk kebutuhan produksi pabrik seperti destilasi/ penyulingan(penguapan). Komponen-Komponen Thermal Oil Heater Komponen-komponen penting pada thermal.

oil heater meliputi:
a. Tangki Ekspansi (Expansion Tank) Sifat fisika Thermal Oil adalah volume nya akan meningkat ketika dipanaskan.
Fenomena ini harus dipertimbangkan ketika merancang system thermal oil. Sistem thermal oil yang dirancang dengan baik harus memiliki tangki ekspansi yang ukuranya cukup untuk menampung penambahan volume dari sistem.

b. Forced Draft fan/ Blower
Fungsinya untuk menghisap udara dari luar dan kemudian ditekan kedalam ruang bakar guna terjadi proses pembakaran. Forced draft fan digerakkan oleh motor penggerak, dan dilengkapi oleh saringan udara, serta damper yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara masuk yang dibutuhkan untuk prosespembakaran diruang bakar dari thermal oil heater

c. Burner
Burner merupakan komponen penga butan bahan bakar, bahan bakar akan menyemprotkan penghantar kesuksesan proses pembakaran dan pada saat bersamaan. Ignition memercikkan api listrik yang akan mengakibatkan
terbakarnya bahan bakar.

e. Nozzle
Fungsi sebagai tempat untuk mengabutkan bahan bakar, alat ini di pasang pada
ujung nozzle pipe yang dilengkapi dengan saringan.

f. Oil Pump (F. O booster pump) Fuel oil pump di putar oleh motor (3600 rpm) pompa mengirim bahan bakar
keburner, pompa bahan bakar merupakan tipe roda gigi.Dan berfungsi untuk mentransfer MFO untuk dialirkan ke burner.

g. Pompa bahan bakar (fuel pump) Pompa bahan bakar (fuel pump) berfungsi untuk mentransfer bahan bakar
(MFO) ke oil pump dan juga untuk mendorong MFO dengan tekanan kuatyang dialirkan ke filter supaya bahan bakar menjadi bersih sehingga pembakaran maksimal.

h. Electric Heater
Electric Heater berfungsi sebagai pemanas bahan bakar (MFO) sebelum masukke dalam nozzle.

Coil Pemanas atau Pipa-pipa oli (Heating Coil)
Coil Pemanas (Heating Coil) berfungsi sebagai media oli yang dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran. Coil pemanas terbuat dari Seamless Boiler Tube yang diroll secara continuous. Setiap sambungan las diperiksa dengan
teliti dengan Radiography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan tekanan sampai 30 bar. Oli mengalir didalam coil dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk menghindarkan overheating yang dapat
mengakibatkan kerusakan coil akibat terbentuknya arang.

Manometer.
Manometer adalah alat pengukur tekanan. Alat ini digunakan sebagai alat untuk menunjukan tekanan bahan bakar pada thermal oil heater. Pemasangan manometer ini di tujukan agar besar kecilnya tekanan di dalam thermal oil
heater dapat di ketahui sehingga memudahkan untuk mengontrolnya.

k. Gelas Penduga (Sight Glass).
Gelas penduga dipasang pada samping tangki bahan bakar dan tangki ekspansi yang berfungsi untuk mengetahui ketinggian bahan bakar atau oli di dalam tangki. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengontrolan ketinggian bahan bakar atau oli dalam tangki selama thermal oil heater sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level oli atau bahan bakar tidak dapat dibaca.

l. Pompa Sirkulasi (Circulating Pump)
Pompa Sirkulasi (Circulating Pump) adalah bagian terpenting dari sistem thermal oil heater karena akan menentukan kelancaran thermal oil heater sistem.

m. Emergency Stop
Emergency Stop ini digunakan untuk melindungi thermal oil heater, karena apabila burner terus bekerja ketika aliran berkurang / tidak ada aliran, maka oli didalam pipa akan mengalami akan mengalami overheating yang akan
menyebabkan terjadinya oil coking atau pengarangan.

n. Flow Control
Untuk menghindari semua insiden diatas, yang mungkin terjadi karena problem tidak ada aliran, maka harus dibuatkan interlock low flow shutdown pada  burner safety. Sistem yang paling efektif adalah pressure sensor karena sudah terbukti menjadi sistem yang dapat diandalkan untuk jangka Panjang. Untuk memberikan indikasi dari keadaan no flow, pabrik dapat memasang pressure

sensor. Ada beberapa cara pemasangan flow control:
1) Mechanical flow switch pada aliran utama oli.
2) Differential pressure flow switch.
3) High Pressure Regulating Valve antara line suction dan discharge pompa.

o. Panel Kontrol Listrik
Panel Kontrol Listrik fungsi yang paling utama ialah sebagai sumber distribusi listrik dan sebagai pengontrol utama dari semua komponen unit thermal oil heater

p. Filter bahan bakar
Filter berfungsi Sebagai penyaring bahan bakar (MFO) dari kotoran-kotoran yang terkandung didalam bakar sebelum dialirkan ke burner.

q. MFO Daily Tank
MFO Daily Tank berfungsi sebagai penampung bahan bakar sebelum ditransfer oleh pompa bahan bakar menuju ke burner dan sebelum menuju ke burner MFO dipanaskan menggunakan steam

Temperatur
Temperatur adalah suatu ukuran energi kinetik rata-rata dari suatu molekul. Jika temperature tinggi maka energi kinetik rata-ratapun akan besar. Berbeda dengan  temperature adalah suatu ukuran dingin atau panasnya keadaan atau sesuatu lainnya. Satuan ukuran dari temperatur yang banyak digunakan di Indonesia adalah ᵒC. Jadi dari beberapa pendapat ahli temperatur adalah ukuran panas-dinginnyadari suatu benda berkaitan dengan energi termis yang terkandung dalam bendatersebut.

Penyebab Terjadinya Temperatur Menurun pada Thermal Oil Heater Menurut Sabar Imam, 2014 : penyebab terjadinya temperature menurun yang sering dijumpai dalam proses pemanasan oli meliputi: penyerapan panas
pada pipa-pipa oli atau coil pemanas tidak maksimal karna endapan abu jelaga, pengabutan bahan bakar tidak sempurna, filter bahan bakar kotor. Ketiga aspek ini menyumbang lebih dari 70% tingkat menurunya temperatur pada thermal oil heater yang berpengaruh dalam proses pemanasan oli  Penanganan Terjadinya Temperatur Menurun pada Thermal Oil Heater penanganan terjadinya temperatur.

menurun pada thermal oil heater yaitu:
a. Penyerapan panas pada pipa-pipa oli atau coil pemanas tidak maksimal karna endapan abu jelaga, penanganannya dengan melakukan cleaning pada thermal oil heater khususnya pada pipa-pipa oli pemanas dengan cara manual dengan melepas burner thermal oil heater dan kemudian kita masuk kedalam ruang pembakaran kemudian membersihkan abu jelaga menggunakan sikat arang ataupun alat-alat perkakas lainya.

b. Pengabutan bahan bakar tidak sempurna, penanganannya adalah dengan membersihkan Noozle Tip maupun Noozle pipe pada burner; selanjutnya , bersihkan burner karna pada burner tersebut banyak kerak-kerak bahan bakar yang bisa menyumbat pengapian pada burner; berikutnya lakukan pengukuran jarak pada kedua diode sesuai instruction manual book; dan yang terakhir membersihkan filter bahan bakar yang menuju ke boiler.

c. Filter bahan bakar kotor, penanganannya adalah Lakukan cleaning secara berkala minimal 1 bulan sekali dengan mencopot filter pada cover kemudian siapkan solar, rendamkan filter selama 1 jam minal 30 menit kemudian angkat
dan semprot filter menggunakan compressor bertekanan tinggi supaya kerakkerak yang menempel pada filter hilang secara menyeluruh, pembersihan itu mewujudkan agar filter menjadi bersih dalam menyaring bahan bakar yang akan ditransferkan ke burner supaya temperatur menjadi maksimal dan tekanan yang diinginkan bisa tercapai.

Pengertian Sistem Perawatan
Pada umumnya sebuah produk yang dihasilkan oleh manusia, tidak ada yang tidak mungkin rusak, tetapi usia penggunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan yang dikenal dengan perawatan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kegiatan perawatan yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin yang digunakan dalam proses produksi.

operations Management ” pemeliharaan adalah : “ all activities involved in keeping a system’s equipment in working order”. Artinya: pemeliharaan adalah segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem peralatan agar bekerja dengan baik.

a) Production Management” pemeliharaan ( maintenance ) adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan untuk menjaga atau memperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai dengan standar (sesuai
dengan standar fungsional dan kualitas).

b) memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian / penggantian yang diperlukan supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemeliharaan dilakukan untuk merawat ataupun memperbaiki peralatan perusahaan agar dapat melaksanakan produksi dengan efektif dan efisien sesuai dengan pesanan yang telah direncanakan dengan hasil produk yang berkualitas.

Fungsi Perawatan (maintenance)
Fungsi perawatan adalah agar dapat memperpanjang umur ekonomis dari mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan agar mesin dan peralatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai
untuk pelaksanaan proses produksi.

Jenis-Jenis Perawatan
perawatan terdiri dari dua jenis:
a) Prefentive Maintenance. disebut juga tindakan pencegahan atau overhaul, yaitu kegitaan pemeliharaan dan perawatan untuk mencegah kerusakan yang tak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang menyebabkan fasilitas operasi lebih tepat. Pemeliharaan prefentif apabila direncanakan dengan baik dapat mencegah terjadinya kegagalan atau kerusakan, sebab apabila terjadi kerusakan peralatan operasi dapat berakibat kemacetan produksi secara total.
b) Corrective Maintenance/Perawatan Insidentil, Disebut juga break down maintenance, yaitu kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan, kegagalan, atau kelainan fasilitas produksi
sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.

Kerangka Berfikir Waktu Penulisan
Terlaksananya penulisan ini berdasarkan kejadian-kejadian yang menjadi suatu pengalaman selama dilaksanakannya prada Dalam kurun waktu tersebut, kegiatan yang dilakukan tidak hanya untuk meneliti permasalahan yang akan diangkat dalam karya tulis ini melainkan dengan banyaknya tugas
dari para supervisor dan operator dalam memperlancar pengoperasian thermal oil heater yang mana hal tersebut membatasi waktu dalam penelitian masalah ini lebih lanjut.

Hubungi Kami

CV. SUMBER TEKNIK SOBO
Blk. D19 Jl. Utama Raya Perum Permata Sepatan No.21, Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520
Whatsapp : 0852 8276 2784
Mobile        : 0852 82762 784
Website      : https://boilersburner.com
Email           : idmslamet@gmail.com

Referensi  : https://www.jualboileridm.com/

/ Uncategorized / Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

Open chat
Asalammualikum .
salam kenal slamet idm boiler
ada yang bisa kami bantu